iklan ate

Warga Jadi ODP Virus Corona, Gara-gara Melayat Korban Meninggal PDP Covid-19


Melansir Kompas.com, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Tenggara, dr Rabiul Awal menyayangkan sikap keluarga yang tidak mematuhi prosedur pemulasaran jenazah dengan standar korban terinfeksi Covid-19, seperti yang ditetapkan World Health Organization (WHO), meski korban masih berstatus PDP.

“Sebenarnya, dari rumah sakit sudah dibungkus plastik, tapi keluarga membuka plastik itu. Perlakuan kepada jenazah itu dengan standar Covid-19, yang memandikan pun harus memakai APD dilakukan oleh tenaga medis langsung,” ujar dr Rabiul Awal.

Kejadian tersebut terjadi di RS Bahteramas Kendari. Masyita selaku Humas RS Bahteramas Kendari, mengaku pihak Rumah Sakit (RS) telah bekerja sesuai dengan standar penanganan pasien terkait kasus Covid-19.

Namun dengan tiba-tiba pihak keluarga nekat membawa pulang jenazah menggunakan mobil pribadi.

“Kita sudah informasikan keluarganya. Tapi tetap juga keluarganya nekat (ambil jenazah). Kita sudah sesuaikan dengan aturan Covid-19. Bagaimana seharusnya diperlakukan (jenazah). Kita hanya bisa berdoa mudah-mudahan negatif,” kata Masyita, Rabu (25/3), seperti dikutip dari IDN Times.

Berdasarkan informasi yang beredar, pasien merupakan seorang wanita berusia 34 tahun.

Ia dikabarkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis selama tiga hari, tepatnya pada Senin (23/3) siang.Pasien tersebut diketahui memiliki riwayat perjalanan keluar negeri, tepatnya pada pertengahan Februari 2020 lalu, ia baru saja pulang ke Indonesia setelah melaksanakan ibadah umrah.

Beberapa hari setelah tiba di Kolaka, pasien dikabarkan mengeluhkan kondisi sakit sehingga memutuskan untuk melakukan pemeriksaan ke RS Bhayangkara Kendari.

Dari hasil pemeriksaan, pasien disebutkan terpapar bronkitis pneumonia (BP).

Tak hanya itu, pasien juga melakukan pemeriksaan swab dengan mengambil sampel cairan tubuh pasien.

Namun, sampai saat ini, pihak rumah sakit masih belum mengetahui hasil pemeriksaan laboratorium dari Litbangkes di Jakarta untuk menentukan pasien positif virus corona atau tidak.

Melihat kejadian ini, pihak Pemerintah tak ambil diam.

Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI, memberikan bantuan sebanyak 2.400 alat rapid test untuk dibagikan di Provinsi Sumatera Utara sesuai dengan skala prioritas.

“Anjuran pusat salah satu yang diprioritaskan adalah tenaga kesehatan yang berkontak langsung dengan pasien, kemudian kontak erat pasien PDP asal Kolaka yang meninggal,” kata dr Rabiul Awal, Jumat (27/3/20), seperti dikutip dari lenterasutra.com.

“mulai dari evakuasi jenazah sampai pemakaman, karena itu sudah terlanjur heboh. Termasuk juga kontak erat pengendara ojek online yang meninggal di indekosnya.” tambahnya.

Selain rapid test, Provinsi Sumatera Ultara juga menerima bantuan baju cover all set lengkap sebanyak 30 buah, baju coover all 100 buah, masker N95 sebanyak 600 buah, dan masker bedah sebanyak 1000 buah.

Belum ada Komentar untuk "Warga Jadi ODP Virus Corona, Gara-gara Melayat Korban Meninggal PDP Covid-19"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel